Recent Blog Posts
Site Wide
-
Ketika Nabi Muhammad menikahkan Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib, beliau mengundang Abu Bakar, Umar, dan Usamah untuk membawakan “persiapan” Fatimah. Mereka bertanya-tanya, apa gerangan yang dipersiapkan Rasulullah untuk putri kinasih dan keponakan tersayangnya itu? Ternyata bekalnya cuma penggilingan gandum, kulit binatang yang disamak,kendi, dan sebuah piring.
Mengetahui hal itu, Abu Bakar menangis. "Ya Rasulullah. Inikah [...]
-
-
-
-
|
Mengutip berita dari PPI (Persatuan pelajar Indonesia)di Jepang tentang reaktor Fukushima, menyambung hasil kuliah saya”metode deteksi nuklir” pagi kemarin.
berikut kutipannya:
Pada hari Jumat,18 Maret 2011 pukul 18:00, NISA (Badan Pengawas Keselamatan Industri dan Nuklir Jepang) mengoreksi tingkat bahaya kecelakaan Nuklir dari level 4 menjadi level 5 pada skala 7 bedasarkan INES (International Nuclear Events Scale). Pasca koreksi level ini, beberapa surat kabar memberitakan bahwa Industri Nuklir di Jepang tengah dalam krisis dengan konsekuensi potensial yang mengerikan.
Perlu diketahui level 5 disini sama artinya dengan level ketika terjadi kecelakaan pada Three Mile Island-2 (TMI-2) yang terjadi di Amerika pada tahun 1979. Efek dari kecelakaan TMI-2 ini, Amerika menghentikan segala Industrinya yang berhubungan dengan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir di negaranya selama kurang-lebih 11 tahun.
Pemberitaan-pemberitaan seperti ini tentu saja hanya membuat kita dan keluarga kita di Indonesia yang tidak mengerti tentang PLTN menjadi sangat panik pada saat membacanya. Membuat semua orang mengerti apa yang sedang terjadi tanpa harus membuat pembaca menjadi lebih panik adalah informasi yang dibutuhkan saat ini untuk memberi gambaran yang jelas tentang kecelakaan Fukushima saat ini.
Ada beberapa alasan yang bisa digunakan agar tidak membuat kita menjadi panik, antara lain sebagai berikut : Continue reading 505 alasan tidak perlu panik menghadapi revisi bahaya 5 pada skala level 7
Kemarin siang, Kamis 16 maret, selesai sholat dhuhur dimushola gd B fmipa ada temenku yang pinjam HP untuk membalas sebuah sms, karena kebetulan pas lg ga da pulsa bliaunya. Beberapa menit hampir satu jam baru terkirim karena jaringan operatornya kok jelek banget, temen2 mengeluh error terus jaringannya, padahal dinilai itu jaringan yang sangat favorit untuk mahasiswa dan banyak penggunanya.
Ga nyambung dengan yang akan saya omongkan lanjut saja. Setelah sekian lama ga kunjng terkirim alias pending, akhirnya kami ke lantai dua gedung B menuju sebuah lab komputasi dimana temen2 pada ngumpul baik cerita2, ngerjakan tugas dll disitu. Ternyata didalam lab. sudah pada berkomentar yang isinya berkaitan tentang sms yang tadi masih pending yang menyatakan bahwa dana Pkm DIKTI sudah hampir turun yaitu sekitar awal april.
Yang mereka omongkan bukan masalah senang karena dana PKM akan segera turun dan saatnya mereka bisa ngerjakan tugas PKM dengan tenang, senang dll harapan mereka, ada yang ingin ngerjakan sungguh2 sungguh guna mencapai impian “INGIN MAJU TERBANG KE PIMNAS dan Memborong MEDALI EMAS.” Tetapi mereka membicarakan masalah terkait besarnya dana yang akan mereka terima yang katane telah disetujui dari surat perjanjian DIKTI. Continue reading 50Rencana dana PKM yang disetujui dikti
bagi yang pengin muter musik, murotall dll bisa download software zoomplayer ini

Dari banyaknya masalah bising yang ada didaerah pemukiman maupun kompleks pabrik salah satunya ialah suara bising yang ditimbulkan dari pengoprasian mesin-mesin pabrik atau genset pada pabrik tersebut. Kebisingan adalah suara yang tidak dikendaki yang antara lain bersumber dari alat-alat produksi. Kebisingan pada intensitas tinggi dan pemaparan yang lama dapat menimbulkan gangguan pada fungsi pendengaran dan juga pada fungsi non pendengaran yang bersifat subyektif seperti gangguan pada komunikasi, gangguan tidur, gangguan pelaksanaan tugas dan perasaan tidak senang/mudah marah.

Upaya –upaya yang harusnya dilakukan oleh pihak pabrik untuk mengurangi kebisingan adalah:
-Menyediakan ruang tersendiri dan tertutup untuk genset,
-Melakukan perawatan dan pemeliharaan genset, mesin-mesin produksi dan bengkel.
- Selalu mengontrol efesiensi alat peredam suara dari genset, mesin-mesin produksi dan bengkel.
-Mewajibkan siapa saja yang berada di lokasi sumber kebisingan untuk mengenakan pelindung telinga.
- Pemanfaatan ruang dan halaman sekeliling pabrik yang terbuka sebagai lahan penghijauan yang diharapkan dapat mengurangi tingkat kebisingan terhadap lingkungan sekitar.
referensi:
kaskus.us
www.batam.co.id
usu.ac.id
Sodara-sodaraku jamaah webblog yang kami cintai. Pada section ini sedikit berbagi ilmu tentang Fisika Akustik. Dibagian ini akan dibahas materi tentang Akustik Bangunan yang diterjemahkan dari buku karangan Heinrich Kuttruff dengan judul Acoustics - An Introduction chapter 14.1-14.3.
Kami butuh masukan dari jamaah blog sekalian karena kurangnya kemampuan kami dalam menterjemahkan buku asing dan semoga bisa bermanfaat. Untuk memudahkan anda lebih lanjut mempelajari bab ini kami besertakan link file.pdfnya yang bisa didownload baik dari terjemahan kami maupun link bacaan aslinya.
Akustik Bangunan
Dalam arti tertentu akustik bangunan adalah mitra dari akustik ruangan karena keduanya merujuk pada propagasi suara di gedung-gedung. Namun, objek pembahasan kedua bidang akustik tersebut berbeda. Sedangkan tujuan akustik ruangan ialah untuk mengoptimalkan transmisi suara dan mendengarkan kondisi dalam ruangan, di akustik bangunan kita berusaha menghambat transmisi suara antar ruangan dari bangunan atau untuk mencegah kebisingan eksternal saat memasuki gedung. Dengan demikian, akustik bangunan harus dilakukan dengan kontrol kebisingan pada bangunan.
Dilihat dari sudut pandang akustik, dasar bangunan terdiri dari dinding, lantai dan langit-langit yang memisahkan ruang berbeda satu sama lain atau dari luar. Jadi, prasyarat yang diperlukan untuk perlindungan dalam kebisingan yang baik ialah membangun sebuah insulasi suara cukup tinggi pada elemen tersebut. Hal yang sama berlaku untuk pintu dan jendela. Jadi tujuan dari bab ini untuk menggambarkan faktor yang tergantung oleh insulasi suara.
Dalam akustik bangunan, cara lazim untuk membedakan antara kolong udara dan kolong struktur dari eksitasi suara nya. Dalam bentuk kasus getaran partisi dihasilkan dari gelombang suara di udara yang berasal dari speaker, dari instrumen musik, atau lebih biasanya, dari pengeras suara televisi atau dari sumber suara eksternal. Sebaliknya struktur kolong suara dihasilkan oleh sumber-sumber yang berhubungan langsung dengan mekanik dinding atau lantai dan mengerahkan gaya lain di atasnya. Sumber khas suara struktur kolong adalah sepatu orang berjalan, instalasi air, atau perangkat pemutar teknis. Dalam setiap kasus, getaran partisi dikonversikan oleh radiasi menjadi suara yang dapat didengar. Selain itu, mereka dapat melakukan perjalanan dalam struktur bangunan dalam bentuk struktur-kolong suara ombak dan dapat dikonversi atau dikonversi ulang menjadi suara udara di beberapa tempat yang lebih jauh . Tentu saja, kedua bentuk timbal transmisi untuk efek yang tidak diinginkan.
download tuk lebih jelasnya tentang bagian ini
dan ini teks asli dari yang kami terjemahan Download. untuk lanjutan bab ini bisa dibuka link ini
Nuklir, sebuah kata yang menyirat kengerian dan kedahsyatan. Mungkin ini gara-gara peristiwa penghancuran dua kota Jepang, Nagasaki dan Hiroshima, yang mengakhiri perang dunia II. Kedua kota tersebut hancur oleh dua buah bom nuklir yang bernama “Little Boy”, aplikasi mutakhir fisika subatomik oleh para fisikawan di Amerika Serikat. Saking traumanya kita dengan kata “nuklir”, aplikasi mutakhir fisika subatomik lainnya yang bernama Nuclear Magnetic Resonance (NMR) diubah menjadi Magnetic Resonance Imaging (MRI).
Tidak hanya persoalan teknologi penghancur, nuklir juga telah membawa kenangan buruk bagi warga Eropa semenjak tragedi meledaknya pembangkit listrik di Chernobil (Ukraina) bertenaga nuklir pada 26 April 1986. Tujuh tahun sebelumnya, tepatnya pada 28 Maret 1979, pembangkit listrik tenaga nuklir di Three Mile Island (Pensylvania, Amerika Serikat) telah meledak dan memberikan kenangan buruk bagi warga Amerika Serikat khususnya dan dunia umumnya. Yang membuat ngeri bukan pada kehancuran akibat ledakan, tetapi apa yang terjadi setelah ledakan: makhluk hidup mengalami mutasi. Ada bayi yang bermata satu, berkaki tiga, berjari tidak normal, dan semua yang aneh-aneh lainnya. Wilayah tempat terjadi kecelakaan harus disterilkan (tidak boleh dimasukki) untuk waktu beratus-ratus tahun lamanya.
Kenapa sebegitunya? Inilah yang dalam fisika disebut peristiwa “peluruhan” (decay). Ada sejumlah zat di alam ini yang tidak stabil, disebut zat radioaktif, dan untuk mencapai kestabilan dia berubah bentuk dengan cara memancarkan sejumlah massanya ke lingkungan (peristiwa ini disebut meluruh). Zat yang dipancarkan dikategorikan dalam tiga jenis sinar: sinar alpha, sinar beta, dan sinar gamma. Ketiga sinar ini dapat berinteraksi dengan materi lain dan dalam dosis tertentu dapat mengionkan materi lain tersebut. Misalnya selembar kertas yang awalnya tidak bermuatan dapat menjadi bermuatan setelah dikenai sinar radioaktif pada dosis tertentu. Hasil interaksi akan menjadi lebih mengerikan ketika sinar radioaktif ini berinteraksi dengan materi hidup seperti jaringan kulit dan DNA tubuh kita.
Kalau sebegitu mengerikannya, kenapa orang masih getol ingin memanfaatkan nuklir seperti dalam bidang medis dan pembangkit listrik? Jawabanya sederhana: karena tokoh-tokoh di dunia subatomik (seperti inti atom) mengandung energi yang dahsyat yang dibutuhkan manusiauntuk aktivitas sehari-harinya. Pertanyaannya: how to get the energy safely and efficiently?
Nuklir untuk pembangkit listrik
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Susquehanna, Pensylvania, Amerika Serikat
Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), misalnya, mengupayakan untuk mengambil energi yang dilepas ketika sebuah inti atom pecah menjadi inti atom yang lebih kecil (disebut reaksi fisi). Tempat terjadinya reaksi ini di dalam PLTN disebut reaktor. Reaksi tersebut harus dapat dikontrol oleh operator (manusia), jika tidak maka terjadi reaksi berantai yang tak-terkendali dan dapat berakibat fatal (seperti meledak).
Inti atom yang dipecah berasal dari atom yang tidak stabil (radioaktif) seperti Uranium-235 (U-235). U-235 adalah isotop Uranium yang sangat sensitif terhadap reaksi berantai. Dalam teknik nuklir, partikel yang mampu memberikan reaksi berantai ini disebut fissile. Angka 235 adalah nomor massa atom yang menunjukkan jumlah proton dan neutron dalam intinya. Proton dan neutron adalah partikel penyusun inti atom, disebut nukelon.
Reaksi berantai dari U-235.
Untuk menghasilkan reaksi berantai, inti atom U-235 ditembak oleh sebuah neutron yang bergerak lambat (disebut “slow neutron” atau juga “thermal neutron“). Kecepatan gerak neutron sesungguhnya dapat diatur, tapi telah dihitung sedemikian rupa sehingga reaksi berantai dari gerakan neutron yang lambat lebih mudah dikontrol. Ketika slow neutron mengenai targetnya, yaitu inti atom U-235, inti atom pecah menjadi dua buah inti atom yang lain dan sejumlah neutron. Neutron-neutron hasil dari reaksi ini akan mengenai inti atom-inti atom U-235 lainnya dan begitu seterusnya. Inilah yang disebut “reaksi berantai” (chain reaction).
Saya ulangi lagi, reaksi berantai harus dapat dikendalikan oleh operator, dan oleh karena itulah kecepatan neutron pertama yang ditembakkan harus rendah supaya reaksi berantai yang dihasilkan dapat dikendalikan. Dalam bom nuklir, jutru dibutuhkan reaksi berantai yang tak-terkontrol sehingga energi yang dihasilkan sangat besar.
Mari kita sedikit berhitung. Energi kinetik slow neutron yang biasa ditembakkan adalah sekitar 7,5 MeV — MeV adalah Mega electronVolt, sebuah satuan energi dengan 1 eV = 1,6 x 1019 joule, sangat kecil! Energi hasil reaksi fisi adalah 8,4 MeV. Perbedaan 0,9 MeV per nukleon berasal dari energi yang dilepas oleh reaksi fisi. Energi ini berasal dari energi ikat antarnukleon di dalam inti. Dengan demikian, total energi yang dilepas setiap reaksi fisi U-235 adalah jumlah nukleon dikali energi per nukleon, yaitu 235 x 0.9 MeV atau sekitar 200 MeV per satu inti atom.
Kecil? Ya, angka yang kecil. Tapi jangan lupa, perhitungan di atas adalah untuk satu inti atom U-235, yang mana massa satu inti atom U-235 sekitar (pembulatan) 3,9 x 10-22 gram. Artinya, 1 gr U-235 mengandung sekitar 1/3,9×10-22 =
2,8 x 1021 buah inti atom U-235. Jika semua bereaksi dalam reaktor, maka dihasilkan energi sejumlah 200 x 2,8 x 1021 MeV = 5,6 x 1023 MeV — atau sekitar 8,9 Megajoule. Energi sebanyak ini dapat dihasilkan oleh pembakaran batu bara sebanyak 2650 ton kg batu bara!!! (Jangan lupa, selain energi batu bara juga menghasilkan polusi.)
Prinsip dasar kerja PLTN
Nah, berikut ini hal yang menarik: bagaimana mengubah energi sebanyak itu menjadi listrik dalam sebuah PLTN? Jawabannya cukup mencengangkan, atau mungkin mengecewakan bagi sebagian kita: energi sejumlah itu dipakai untuk mendidihkan segentong air sehingga menjadi uap. Uap itu kemudian dialirkan lewat pipa-pipa yang kemudian dapat menggerakkan turbin-turbin. Di belakang turbin ada generator yang bekerja seperti sebuah dinamo raksasa yang bertugas mengubah energi gerak mekanik menjadi energi listrik. (Berbeda dengan motor yang mengubah energi listrik menjadi energi gerak mekanik, atau enjin yang mengubah energi hasil pembakaran menjadi energi gerak mekanik). Proses awal yang “very high technology” ternyata diakhiri oleh “very old-style conventional technology“, hehehe.
Secara sederhana, skematik tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut. Reaksi fisi berantai terjadi di reaktor (C), dengan bahan bakar U-235 dalam bentuk batangan (kira-kira sepanjang 2,5 cm). Batangan U-235 dikontrol oleh batang pengontrol (B). Operator menaikturunkan batang pengontrol ini untuk mengontrol kecepatan reaksi berantai. Batang turun berarti semakin cepat reaksi terjadi, begitu juga sebaliknya.
Energi yang dihasilkan oleh reaksi fisi dibawa dalam bentuk panas oleh fluida khusus ke tabung air (D). Panas ini mendidihkan air yang uapnya dibawa oleh pipa untuk menggerakkan turbin (H). Di belakang turbin ada generator (G) yang mengubah energi gerak mekanik menjadi listrik.
Uap air yang telah menggerakkan turbin kehilangan panasnya dan berubah kembali menjadi air. Untuk mempercepat proses pendinginan, air dingin dari menara air (J) disalurkan lewat pipa (I). Air yang telah dingin dipompa ke (D). Begitu seterusnya.
Mekanisme turbin dan generator yang mengubah energi mekanik menjadi energi listrik adalah pembahasan tersendiri.
Jadi sesungguhnya cuma ada tiga jenis pembangkit listrik: bertenaga air (turbin digerakkan oleh air), bertenaga uap (digerakkan oleh uap air), dan bertenaga angin (turbin digerakkan oleh air). Permasalahannya adalah: dari mana mendapatkan air, uap, dan angin tersebut.
PLTN di mata dunia
Kemudian, kenapa PLTN tetap menjadi idola? Pertimbangan utama adalah efisiensinya yang sangat tinggi. Satu gram U-235 setara dengan 2650 batu bara! Edan. Efisiensi selalu terkait dengan biaya produksi yang ujung-ujungnya pasti bicara soal keuntungan. Semakin efisiensi sebuah proses, semakin banyak keuntungan (baik finansial maupun teknologi) yang didapat. Selanjutnya adalah hukum ekonomi yang berbicara.
Alasan kedua adalah ramah lingkungan. Batu bara, minyak bumi, dan gas alam dapat berberan sebagai bahan bakar untuk mendidihkan air, tapi mereka semua penghasil polusi udara. Nuklir tidak memberikan polusi udara, kecuali limbah radioaktif yang dapat dikelola dengan teknik tersendiri. (Limbah radioaktif menjadi topik khusus untuk diperdebatkan.)
Alasan ketiga adalah keamanan. Lho, kok? Teknologi PLTN jauh lebih canggih daripada pembangkit listrik lainnya. Prinsip dalam teknik adalah: semakin canggih, semakin aman. Jadi, seharusnya PLTN jauh lebih aman daripada yang lain. Kecelakaan Chernobyl dan Three Miles Island murni kesalahan operator, bukan kegagalan reaktor.
dikutip dari : http://diary.febdian.net/2009/06/19/pembangkit-listrik-tenaga-nuklir/
Resonansi Helmholtz adalah peristiwa resonansi udara dalam satu rongga. Resonator tersebut terdiri dari suatu badan yang berbentuk bola dengan satu volume udara dengan sebuah leher. Salah satu contoh peristiwa resonansi Helmholtz adalah bunyi yang diciptakan ketika satu hembusan melintasi puncak satu botol kosong. Ketika udara masuk ke dalam suatu rongga, tekanan di dalam meningkat gaya luar yang menekan udara menghilang, udara di bagian dalam akan mengalir keluar. Udara yang mengalir keluar akan mengimbangi udara yang ada di dalam leher. Proses ini akan berulang dengan besar tekanan yang berubah semakin menurun. Efek ini sama seperti suatu massa yang dihubungkan dengan sebuah pegas. Udara yang berada dalam rongga berlaku sebagai sebuah pegas dan udara yang berada dalam leher
Resonator yang berisi udara identik dengan sebuah massa, sebuah rongga yang yang lebih besar dengan volume udara yang lebih banyak akan membuat suatu pegas menjadi lebih lemah dan sebaliknya. Udara dalam leher yang berfungsi sebagai suatu massa, karena sedang bergerak maka pada massa terjadi suatu momentum. Apabila leher semakin panjang akan membuat massa lebih besar demikian sebaliknya. Diameter leher sangat berkaitan dengan massa udara dalam leher dan volume udara dalam rongga. Diameter yang terlalu kecil akan mempersempit aliran udara sedangkan diameter yang terlalu besar akan mengurangi momentum udara dalam leher.
Prinsip kerja helmholtz resonator adalah sebagai berikut. Pada saat gelombang menabrak ruang, maka sebagian akan diteruskan ke dalam ruangan dan sebagian akan dipantulkan. Gelombang berjalan dalam ruangan dan kemudian menabrak dinding bagian belakang dari resonator dipantulkan menembus lubang. Panjang dari ruang resonator ini harus dihitung sehingga gelombang pantulan meninggalkan ruang resonator harus tepat pada saat gelombang suara berikutnya datang ke ruang resonator. Idealnya, bagian tekanan tinggi dari gelombang yang datang ke ruang resonator beriringan dengan bagian tekanan rendah dari gelombang yang meninggalkan ruang resonator, sehingga kedua gelombang suara tersebut dapat saling meniadakan.
Frekuensi resonan helmholtz resonator tergantung pada volumenya, dan sebuah resonator harmonik dapat diubah volumenya dengan cara menggeser tabung penutup (tabung keluar masuk). Fungsi dari helmholtz resonator adalah digunakan untuk mengurangi bunyi yang tidak diinginkan, dengan membangun resonator yang dirancang sesuai dengan frekuensi yang ingin dihapus, biasanya digunakan dalam gelombang dengan frekuensi yang rendah.
Persamaan yang digunakan dalam perhitungan frekuensi pada helmholtz resonator ini yaitu, pertama, diasumsikan bahwa panjang gelombang sumber suara adalah lebih panjang daripada dimensi resonator. Untuk ruang resonator yang khas, suara yang dihasilkan mempunyai panjang gelombang beberapa meter. Hasil tersebut merupakan perkiraan dengan konsekuensi dimana tekanan dalam helmholtz resonator dimana mana sama.
Misalkan panjang leher pada helmholtz resonator adalah L, dan S adalah luas penampang leher helmholtz resonator. Sehingga, jika dihitung massa yang tertampung dalam leher helmholtz resonator adalah dengan adalah massa jenis udara. Volume dapat dicari dengan persamaan sehingga . Saat memasukkan leher helmholtz resonator pada pipa, ada sedikit pemampatan udara ke dalam ruang helmholtz resonator dengan jarak x. Hal tersebut otomatis mengubah V menjadi . Konsekuensi selanjutnya yaitu tekanan berubah dari PA menjadi PA+p. Dari hal tersebut dapat diamati bahwa semakin kecil volume maka tekanan semakin besar. Namun hal itu bisa terjadi asalkan terjadi secara perlahan dan suhu tidak berubah. Perlu diketahui ketika suara dibangkitkan, maka akan menimbulkan getaran dan secara cepat juga menaikkan suhu dan tekanan.
Secara teknis, sistem ini merupakan adiabatis yang berarti bahwa panas tidak punya waktu untuk bergerak sehingga melibatkan suatu konstanta rasio panas spesifik . Sebagai hasilnya, tekanan kecil yang dihasilkan akibat perubahan volume sebesar adalah : 
Sekarang massa m dipindahkan perbedaan tekanan antara leher bagian atas dan leher bagian bawah. Digunakan hukum newton untuk percepatan :


Ingat bahwa tekanan adalah gaya persatuan luas, sehingga bila disubtitusikan antara F dan m maka :

Dapat diketahui dari persamaan yang diperoleh bahwa gaya pemulih adalah sebanding dengan perpindahan jarak. Ini merupakan kondisi gerak harmonik sederhana, dan mempunyai frekuensi yaitu :

Kecepatan suara ditentukan oleh massa jenis, tekanan dan rasio panas spesifik, jadi dapat kita tulis :

Gambar. Helmholtz Resonator
Radiasi sinar-X merupakan suatu gelombang elektromagnetik dengan gelombang pendek. Gelombang elektromagnetik banyak jenisnya antara lain sinar lampu, ultra violet, infra merah, gelombang radio, dan TV. Sinar-X mempunyai daya tembus yang cukup tinggi terhadap bahan yang dilaluinya. Dengan demikian sinar-X dapat dimanfaatkan sebagai alat diagnosis dan terapi di bidang kedokteran nuklir. Perangkat sinar-X untuk diagnosis disebut dengan photo Rontgen sedangkan yang untuk terapi disebut Linec (Linier Accelerator). Dengan perkembangan teknologi dewasa ini maka photo Rontgen dapat di tingkatkan fungsinya lebih luas yaitu melalui alat baru yang disebut dengan CT. Scan (Computed Tomography Scan). Adanya peralatan peralatan yang menggunakan sinar-X maka akan membantu dalam mendiagnosis dan pengobatan (terapi) suatu penyakit, sehingga dapat meningkatkan kesehatan masyarakat. Untuk di tingkat daerah peralatan yang menggunakan sinar-X masih terbatas hanya pada pesawat Rontgen. Karena pesawat radioterapi membutuhkan catu daya listrik yang cukup besar, pada hal sumber listrik di daerah relatip masih rendah. Oleh sebab itu pembahasan disini lebih dititik beratkan pada penggunaan sinar-X untuk pesawat Rontgen. Continue reading 50APLIKASI RADIASI SINAR-X DI BIDANG KEDOKTERAN UNTUK MENUNJANG KESEHATAN MASYARAKAT
“Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun.” (Al Qur”an, 24:40)
Keadaan umum tentang lautan yang dalam dijelaskan dalam buku berjudul Oceans:
Kegelapan dalam lautan dan samudra yang dalam dijumpai pada kedalaman 200 meter atau lebih. Pada kedalaman ini, hampir tidak dijumpai cahaya. Di bawah kedalaman 1000 meter, tidak terdapat cahaya sama sekali. (Elder, Danny; and John Pernetta, 1991, Oceans, London, Mitchell Beazley Publishers, s. 27)
Kini, kita telah mengetahui tentang keadaan umum lautan tersebut, ciri-ciri makhluk hidup yang ada di dalamnya, kadar garamnya, serta jumlah air, luas permukaan dan kedalamannya. Kapal selam dan perangkat khusus yang dikembangkan menggunakan teknologi modern, memungkinkan para ilmuwan untuk mendapatkan informasi ini.
Manusia tak mampu menyelam pada kedalaman di bawah 40 meter tanpa bantuan peralatan khusus. Mereka tak mampu bertahan hidup di bagian samudra yang dalam nan gelap, seperti pada kedalaman 200 meter. Karena alasan inilah, para ilmuwan hanya baru-baru ini saja mampu menemukan informasi sangat rinci tersebut tentang kelautan. Namun, pernyataan “gelap gulita di lautan yang dalam” digunakan dalam surat An Nuur 1400 tahun lalu. Ini sudah pasti salah satu keajaiban Al Qur’an, sebab infomasi ini dinyatakan di saat belum ada perangkat yang memungkinkan manusia untuk menyelam di kedalaman samudra.
Selain itu, pernyataan di ayat ke-40 surat An Nuur “Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan…” mengarahkan perhatian kita pada satu keajaiban Al Qur’an yang lain.
Para ilmuwan baru-baru ini menemukan keberadaan gelombang di dasar lautan, yang “terjadi pada pertemuan antara lapisan-lapisan air laut yang memiliki kerapatan atau massa jenis yang berbeda.” Gelombang yang dinamakan gelombang internal ini meliputi wilayah perairan di kedalaman lautan dan samudra dikarenakan pada kedalaman ini air laut memiliki massa jenis lebih tinggi dibanding lapisan air di atasnya. Gelombang internal memiliki sifat seperti gelombang permukaan. Gelombang ini dapat pecah, persis sebagaimana gelombang permukaan. Gelombang internal tidak dapat dilihat oleh mata manusia, tapi keberadaannya dapat dikenali dengan mempelajari suhu atau perubahan kadar garam di tempat-tempat tertentu. (Gross, M. Grant; 1993, Oceanography, a View of Earth, 6. edition, Englewood Cliffs, Prentice-Hall Inc., s. 205)
Pernyataan-pernyataan dalam Al Qur”an benar-benar bersesuaian dengan penjelasan di atas. Tanpa adanya penelitian, seseorang hanya mampu melihat gelombang di permukaan laut. Mustahil seseorang mampu mengamati keberadaan gelombang internal di dasar laut. Akan tetapi, dalam surat An Nuur, Allah mengarahkan perhatian kita pada jenis gelombang yang terdapat di kedalaman samudra. Sungguh, fakta yang baru saja diketemukan para ilmuwan ini memperlihatkan sekali lagi bahwa Al Qur”an adalah kalam Allah.
“Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun.” (Al Qur”an, 24:40)
Harun Yahya
Continue reading 50Keajaiban: Kegelapan dan Gelombang di Kedalaman Laut
|
|